• Kamis, 11 Januari 2018

    Tertarik Buat Mata Uang Digital, Saham LINE Melonjak


    Di tahun 2018 ini sepertinya akan musim crypto. Beberapa teknologi menaruh minat terhadap industri cryptocurrency atau mata uang digital. Setelah perusahaan Western Union berencana bekerjasama dengan mata uang digital Ripple (XRP), kini terbaru Perusahaan LINE  ternyata ikut mempertimbangkan untuk membuat mata uang digitalnya sendiri dan saat ini sedang berdiskusi dengan sejumlah mitra potensial untuk mewujudkannya, termasuk perusahaan pertukaran bitcoin asal Korea Selatan, Upbit.

    Seperti diketahui, saat ini Line memiliki layanan pembayaran mobile melalui fitur Line Pay dan salah satu fitur utama yang dimilikinya adalah mata uang virtual yang disebut koin untuk membeli berbagai konten di dalam platform-nya. Mungkin kamu pernah membeli sticker atau tema di aplikasi Line.

    Pendekatan yang dilakukan Line terhadap mitranya terkait rencana mata uang digital ini adalah untuk membuat produk-produknya jadi lebih 'lengket' dengan para pengguna.
    Aplikasi pesan asal Jepang yang memiliki nilai pasar sekitar 10,6 miliar dolar AS ini dikabarkan akan bergabung dengan barisan bisnis yang ingin memanfaatkan teknologi dan pertumbuhan seputar bitcoin serta mata uang digital lainnya.

    Tujuannya, menurut laporan tersebut adalah menciptakan produk yang membuat pengguna tetap berada dalam ekosistem Line dan membuat mereka kembali ke aplikasi.

    Akibat spekulasi bahwa Line ingin mengikat kontrak dengan Upbit, saham line sempat melonjak 10 persen pada hari Selasa (9/1) dan menjadi sebuah rekor di Tokyo. Namun, perwakilan Line menolak berkomentar mengenai aliansi potensial dengan Upbit.
    Saat ini, Line memiliki 168 juta pengguna aktif bulanan di pasar utamanya di Jepang, Taiwan, Thailand, dan Indonesia. Selain layanan pesan, Line menawarkan layanan mulai dari belanja online hingga pencarian pekerjaan, dan streaming video online.

    Langkah Line untuk tertarik menggunakan Bitcoin, sejalan dengan platform media sosial lainnya, seperti Facebook. Mark Zuckerberg yang merupakan pendiri sekaligus CEO Facebook telah mengungkapkan potensi penggunaan teknologi cryptocurrency dan blockchain di platform Facebook.
    Sementara aplikasi lain Telegram bakal membuat teknologi cryptocurrency sendiri yang diberi nama Telegram Open Network (TON) dan disebut bakal jadi pesaing bitcoin

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar